Kamis, 06 Maret 2014

Cermin yang pecah

Dulu, ketika saya dianggap sebagai seorang yang membawa masalah, semua orang menjauhi saya,  dan hampir semua orang tak ingin dekat dengan saya dalam hal apapun. sungguh berat saya lalui jam demi jam, hari demi hari. namun hidup tetap menuntut saya untuk bertahan dalam keadaan itu. Setiap apa yang mereka ucap selalu mengiris hati saya, memojokkan, dan menertawai saya. Hanya diam pilihan saya. 
Mereka belum puas melihat keberadaan saya. Satu per satu dari mereka berusaha untuk membuat saya semakin terkucil, dan membuat tuduhan-tuduhan yang mungkin bisa membuat posisi saya semakin lemah dan terinjak tak berdaya.
Saya pun tak sanggup lagi menahan air mata ini untuk jatuh. setiap kali mereka membuat saya lemah, dan meneteskan air mata, setiap kali itu pula saya semakin percaya akan Kuasa Tuhan yang membuat saya semakin kuat. Subhanallah.... Allahhuakbar....



Perlahan, DIA tunjukan pada saya, buah keikhlasan dan kesabaran saya dalam menerima sesuatu yang dapat merobohkan kepercayaan saya akan kuasa-Nya. Subhanallah... Sungguh indah bila bisa menerima semua nya dengan ikhlas.. 
Namun, ketika saya melihat cermin yang sudah pecah, kemudian disatukan kembali dengan Lem Alteco, hasilnya utuh kembali tetapi jika kita bercermin didalamnya, bayangan kita tetap menjadi dua dan tidak dapat menyatu kembali.



Seperti itu pula yang terjadi pada saya, ketika semua orang melihat kuasa tuhan pada saya, dan mereka yang telah membuat saya terinjak tak berdaya, sekarang ingin menyatu kembali layaknya cermin yang susah pecah dan disatukan kembali, seolah yang mereka tidak pernah membuat saya terinjak tak berdaya. 

Sungguh apa yang mereka lakukan pada saya bukanlah suatu perbuatan yang terpuji bagi saya. karena bagi saya, orang yang berani mengakui kesalahannya dan berusaha melakukan yang terbaik tanpa mengharapkan apapun, adalah mereka yang benar-benar tulus yang dapat menghargai hidup orang lain...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar