Minggu, 13 Mei 2012

Belajar konsekuen dari perilaku hidup lebah



Semut, tubuh mungil bersahaja tapi berjiwa besar dan lebah yang pintar serta ulet dalam bekerja adalah komunitas serangga yang memiliki karakteristik berbeda namun di sisi lain memiliki persamaan. Karena kehidupan semut dan lebah begitu banyak pelajaran (ibrah) yang dapat dipetik, Allah mengabadikan nama mereka dalam kitab suci Al-Quran An-Naml (semut) dan An-Nahl (lebah).

Kedua serangga tersebut hidup dalam sebuah komunitas yang memiliki struktur organisasi yang rapih. Memiliki pemimpin yang dikenal dengan sebutan Ratu Semut dan Ratu Lebah. Dalam struktur organisasinya, mereka membentuk divisi-divisi yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda.

Bidang Pertahanan dan Keamanan bertugas mengamankan dan mempertahankan komunitas masyarakatnya dari ancaman yang datang dari luar, Bagian Pengadaan Pangan bertugas mengumpulkan bahan pangan untuk stok persediaan pangan yang disimpan dalam gudang logistik yang disediakan khusus. Begitu juga Bidang Konstruksi yang bertugas merancang bangun gedung hunian yang layak, aman dan nyaman. Dan bidang-bidang lainnya.

Lebah selalu mencari rezeki yang bersih, hinggap di pepohonan yang sedang berbunga untuk menghisap nektar dan diolah menjadi madu. Sebagimana kita ketahui madu lebah sudah teruji secara medis adalah obat berbagai penyakit, dan sangat banyak manfaatnya untuk manusia.

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Seseungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl: 68-69)

Dua ayat di atas menjelaskan secara detail dan ilmiah yang diungkap oleh ilmu pengetahuan modern tentang cara hidup jenis serangga ini sangat unik. Lebah adalah serangga kecil yang mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut memerlukan perkiraan dan perancangan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terancang dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan pembagian kerja mereka dengan sungguh-sungguh.

Kesukaran terbesar dalam mengorganisasikan sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadual kerja serta pembahagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah kilang, misalnya, terdapat struktur jabatan yang tersusun di mana para pekerja melapor kepada penyelia, para penyelia melapor pada pengurus, para pengurus melapor pada pengurus besar dan pengurus besar melapor kepada Pengarah. Pengoperasian kilang yang berkesan memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rancangan jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Pengeluaran dilakukan berdasarkan perancangan pengeluaran yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualiti dilakukan di setiap peringkat. Setiap pengurus besar dan pengarah memperoleh pendidikan dan kemahiran khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada kedudukan masing-masing.

Akan tetapi, setelah segala syarat ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja dalam teamwork secara harmoni. Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perancangan yang rumit dan kos mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membina sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia. Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau kemahiran apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya.

Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perkiraan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Pencipta Yang Maha Kuasa. Wallahu alam.

Dwinta Ayu Meigaretha Hp

Xhin Ta QueenBee...... saya suka dengan nama ini. hingga di media sosial pun nama 
Xhin Ta QueenBee yang dikenal. heheee
Mau tau Xhin Ta QueenBee itu siapa?????
yoouukkk lihat......
Xhin Ta QueenBee
Pada hari jumat sore sekitar jam 18.15 wib tepatnya tanggal 13 Mei 1988 di desa talang pauh kecamatan pondok kelapa kabupaten bengkulu tengah (dulu masih bengkulu utara) saya dilahirkan dari pasangan Harun Nurul Razik (papa kesayangan yang terhebat, 17 Aug 1953) dan Nani Noviandari (mama kesayangan yang super hebat, 29 Nov 1961)...

Dari kiri ke kanan: Dwinta, Andina, Febrina, Nani (mama), Monica, Harun (papa)





Dan saya diberi nama Dwinta Ayu meigaretha Hp.... and Shinta its my call name...
DWI artinya dua, TA itu wanita, so DWINTA artinya anak nomor dua yang wanita, hehehee....
AYU itu harapan mama dan papa agar saya kelak menjadi anak yang anggun, cantik, penyayang pokokeeeee yang baik-baik dehhh, heheee.. dan terakhir MEIGARETHA itu plesetan dari nama perdana menteri wanita inggris yang pertama yaitu Margaret Thatcher, kata mamah supaya saya bisa seperti Margareth Thatcher yang hebat, kuat, dan mampu menjadi yang paling diantara yang lainnya,, aminnnnnnn....


Kata orang Nama adalah doa, semoga nama yang baik dari mamah menjadi nyata buat saya...hehee...

foto disamping ini saat saya yudisium tahun 2013.
saya itu kuliah udah berapa kali yachhh,, tapi ga selesai-selesai... hihihihii

kalau saya bilang karena ga ada biaya kuliah, oarng-orang pada gak percaya. katanya kakak saya saja selesai kuliah, adik saya juga selesai kuliah.

Entahlah,, yang penting sekarang saya juga selesai kuliah.
dan saya boleh donnkkk bangga dengan diri saya sendiri.
karena saya menyelesaikan study S1 saya dengan biaya sendiri.

alhamdulilahhhh ya allah...



Tadinya saya anak ketiga dari 5 bersaudara..

karena arti nama saya tadi anak kedua, akhirnya saya benar-benar menjadi anak ke-2. Pada hari jumat siang sekitar jam 01.30 wib tanggal 09 januari 2009. 

karena pada hari itu kakak tertua saya Antoni Fransiora Aryadinata (abang anton, 05 Mei 1981 ) pergi menuju kehidupan abadinya di usia nya yang ke-27 Dan meninggalkan seorang anak perempuan (Fitriani) yang baru berumur 21 hari dan seorang istri yang bernama Nita.







Senengnya kalau liyat 
foto disamping,
papah bisa menyekolahkan anak-anaknya dari TK, SD, SMP,SMA, hingga ke perguruan tinggi.



Dan kakak saya saat ini cuma satu nama nya Andina Novratilova Hp, S.Km (uni nana, 26 Nov 1984). Dengan sekuat kemampuan papah uni nana bisa menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kebidanan Prov.Bkl (D3) dengan gelar Amd.Keb. Namun dia masih ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akhirnya pun tercapai, dia dapat menyelesaikan S1 nya dengan gelar S.Km. Dia mempunyai dua orang anak laki-laki yang cakep-cakep dan lucu-lucu...

Nama anak pertamanya M. Rafin Al-Hakim dan anak kedua nya M. Rafly Al-Hakim. Nama ayah dari kedua anak ini adalah Randi.




















Saya juga mempunyai dua orang adik perempuan yaitu Febrina Gracia Lorca, S.Km (Adek Cici, 23 Feb 1990). dan Monica Agnesillia Putri (Adek ika, My young sister, 25 Aug 2001).

Ouuppzzss udah dulu nihhhh....

Tunggu cerita selanjutnya yaaacchh....